Sejarah Kesyirikan Pertama Kali

Written by Abdul Choliq   // 2 Juni 2015   // 0 Comments

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du

Sebelum kita belajar mengenai kesyirikan tersebut pertama-tama saya ingin berbagi tentang sejarah kesyirikan ini dan awal mula kesyirikan ini. Menurut (al-Fauzan, 2014) Definisi syirik yaitu menyamakan selain Allah azza wa jalla dengan Allah azza wa jalla dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah azza wa jalla , seperti berdoa kepada selain Allah azza wa jalla di samping berdoa kepada Allah azza wa jalla atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar , berdoa dan sebagainya kepada selainnya. Syirik ini termasuk kezhaliman yang paling besar. Allah azza wa jalla berfirman :

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣

  1. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Luqman: 13)

Pada asalnya menurut (al-Fauzan, 2014) manusia adalah bertauhid. Dan bertauhid merupakan fitrah yang dikaruniakan Allah azza wa jalla untuk manusia. Allah azza wa jalla berfirman,

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

  1. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Ar-Rum : 30).

Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda ,

“ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (beragama Isalam ed.), maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ).

Karena itu, syirik adalah unsur luar yang menyusup kepada fitrah tersebut. Syaikh (al-Fauzan, 2014) berpendapat pertama kali, syirik serta penyimpangan akidah terjadi pada kaum Nabi Nuh alaihissalam. Mereka menyembah patung-patung. Syaikh (Zainu, 2014) menjelaskan tentang sejarah kesyirikan ini di mulai pada zaman Nabi Nuh alaihissalam . Nabi Nuh alaihissalam berada di tengah kaumnya selama 950 tahun, beliau menyeru kaumnya kepada tauhid, tetapi penerimaan mereka sungguh di luar harapan. Secara jelas al-quran penolakan mereka dalam firmannya,

وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا ٢٣ وَقَدۡ أَضَلُّواْ كَثِيرٗاۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلٗا ٢٤

  1. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa´, yaghuts, ya´uq dan nasr”
  2. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan (Nuh :23- 24)

wadd, suwwa´, yaghuts, ya´uq dan nasr adalah nama-nama berhala yang terbesar pada kabilah-kabilah kaum Nuh, yang semula adalah nama-nama orang shalih

Tentang tafsir ayat ini Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radiallahu , beliau berkata, “ Ini adalah nama-nama orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaumnya agar mereka membuat patung orang-orang shalih tersebut di tempat-tempat duduk mereka, dan agar memberinya nama sesuai dengan nama-nama mereka. Pada awalnya, patung-patung itu tidak disembah. Tetapi ketika mereka semua sudah binasa dan ilmu telah diangkat mulailah patung di sembah.”

Syaikh (al-Fauzan, 2014) menjelaskan juga tersebarnya kesyirikan yang mana Amr Bin Luhai la-Khauzai yang membawa patung-patung ke tanah Arab dan mengubah ajaran Nabi Ibrahim. Sehingga patung-patung tersebut di sembah dan mulai menyebarlah kesyirikan tersebut ke negeri suci dan negeri tetangganya, sampai Allah azza wa jalla mengutus Nabinya Muahammad sallallahu alaihi wasallam untuk menyeru manusia kepada tauhid dan mengikuti ajaran Nabi Ibrahim.

Di zaman Nabi Muahammad sallallahu alaihi wasallam dan generasi para salafus shalih (tiga generasi Muslim awal yaitu para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) menutup pintu yang mengantar kesyirikan yaitu tidak adanya gambar atau patung dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya karena beliau mengambil pelajaran dari kaum Nabi Nuh. Namun pada faktanya di zaman ini masih ada orang yang memajang foto atau gambar orang shalih dan kiai yang mereka cintai di rumah-rumah mereka tersebut. Kalau saja memajang gambar orang shalih di bolehkan maka gambar yang paling pantas di pajang adalah gambar dari Nabi Muahammad sallallahu alaihi wasallam. Maka pentinglah kita mempelajari kesalahan umat terdahulu agar kita tidak terjerumus dalam kesalahan yang sama kedua kalinya. Semoga Allah azza wa jalla melindungi kita dan anak cucu kita dari kesyirikan. Ini saja yang dapat saya sampaikan terkait dengan sejarah kesyirikan pertama kali dan semoga saya bisa melanjutkan artikel ini ke dalam bab Syirik, Kufar dan Nifaq agar kita terhindar dari perbuatan tersebut.

Referensi

al-Fauzan, S. D. (2014). Kitab Tahuid 3. Jakarta: Darul Haq.

Zainu, S. M. (2014). Jalan golongan yang selamat. Jakarta: Darul haq.

 

 

 


Similar posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Abdullah bin Mas'ud

ajaran syi'ah

akhlak dikala sakit

Akhlak Rasulullah

akhlak seorang muslim

aktivis dakwah

Alam Jin

Amr bin Ash

aqad kerjasama

aqad perjanjian

Aqidah

bank konvensional

Batu

BBM naik

belajar ikhlas

Berita Islam

bidadari bermata jeli

Bidadari dunia

bidadari surga

cek hadits

Cinta

Cinta Sejati Islami

Eksistensi Jin

faedah mempelajari bahasa arab

fananitk kepada ulama

firqah syi'ah

ghazwul fikr

hari akhir zaman

hari kiamat

Hidayatullah

Hukum Bisnis

hukum islam

hukum meminjam uang di bank

hukum mlm

hukum parcel

Hukum Perayaan Tahun Baru Masehi

hukum pernikahan

hukum riba

ikhlas para salaf

Ikhwan jatuh cinta

Islam Malaysia

jejak islam

kaderisasi dakwah islam

khitbah

Kisah Shahabat

kisah Syaikh Abdul Qaidr Al-Jailani

manajemen diri

Manajemen Qolbu

membagi masakan kepada tetangga

membangun usaha islami

memilih teman yang shalih

mengidolakan artis

menolak pinangan

muslimah

muslimah kuliah

nasehat

nasehat imam syafi'i

Nasihal Ibnul Qayyim

Nikah

nikah yang dilarang syari'at

pandangan islam

pandangan islam tentang kenaikan BBM

pelantikan

pengurus

pergerakan dakwah kampus

Perihal Cinta

perintah berjilbab

qurban

racun hati

Remaja

renungan

riba

Riyadhus Shalihin

saling menasehati dalam kebaikan

sejarah syi'ah

seminar ukki

sertijab

sifat shalat nabi

SII

sii-ukki

sikap kepada pemerintah

Sirah An-nabawi

sirah sahabat

Sirah Shahabat

Studi Islam Intensif

Syarat Sah Mandi Wajib

tahun baru

tentara nazi masuk islam

think positve

tuntunan shalat

ukki stikom

wali nikah

waninat bekerja

Zubair Bin Awwam