Sejarah Agama Syi’ah

Written by Adam Endvy   // 21 Maret 2012   // 3 Comments

Revolusi Iran telah menyilaukan banyak kaum muslimin di dunia. Sebab banyak generasi Islam yang tidak memahami inti dan tujuan dari revolusi ini. Agama Syi’ah adalah satu-satunya agama di dunia yang mewajibkan pengikutnya agar merahasiakan keyakinan mereka, mengjkuti para Imam syi’ah, dan menasehatkan agar inti ajaran ini disembunyikan. Telah banyak diantara kita yang tertipu, ketika melihat mereka shalat, mengucapkan dua kalimat syahadat, melawan Amerika, dll, Tanpa pernah meneliti sumber-sumber ajaran mereka.

Disaat kaum muslimin memberikan simpati kepada syi’ah ini. Di negeri mereka (Iran dan Irak ) para ulama mereka menfatwakan kewajiban untuk membunuh kaum muslimin ahlus sunnah. Disaat kaum muslimin mendemo Amerika untuk mendukung Iran, wanita Muslimah di Irak mereka bunuh di tengah perkampungan, dan mesjid kaum sunni mereka robohkan. Inikah balasan dari simpati yang kita berikan, kaum seperti inikah yang akan kita jadikan saudara? Dan agama seperti inikah yang akan kita bela? Seperti apakah agama ini sebenarnya? InsyaAllah kami akan membagi tulisan ini dalam dua kali terbit. Yang pertama adalah sejarah awal berdirinya agama Syi’ah dan yang kedua adalah prinsip-prinsip dasar yang membedakan antara ahlisunnah dan Syi’ah.

Semenjak hari pertama Rasulullah berdakwah kepada Allah, kaum musyrikin menentang agama Islam memfitnah dan membunuh para pengikutnya. Permusuhan ini telah berlangsung dan akan berlangsung sepanjang sejarah, sampai hari kiamat. Sebagaimana firman Allah,”Mereka akan tetap memerangi kamu, sehingga mereka menarik kembali kamu dari agama kamu, seandainya mereka dapat melakukan.” (Qs. Al-Baqarah : 217)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal, agama Islam telah tersebar luas di semenanjung Arab. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, berkali-kali terjadi perluasan daerah. Dan umat Islam dapat mengalahkan dua negara adikuasa pada saat itu yaitu kerajaan Persia dan Romawi. Masih pada jaman pemerintahan Umar bin Khatab, satu demi satu benteng-benteng di Persia jatuh. Dimulai dari “Hurmuzan” (salah seorang pembesar Persia) yang pura-pura masuk Islam setelah kekalahan Persia, lalu diikuti oleh orang-orang Iran lainnya. Mereka pura-pura masuk Islam tetapi menyimpan tipu daya dan rencana jahat mereka. Tindakan balas dendam pertama mereka adalah membunuh Umar bin Khatab. Mengapa? Karena Umar lah khalifah yang pertama kali mematikan api agama Majusi, menghapus agama mereka dan menghilangkan kebanggaan mereka. Tentu saja bersama Orang Persia Ikut pula Orang-orang yahudi dan Nasrani karena Umar lah manusia yang telah mengusir orang Yahudi terakhir dari Arabia dan ia pula yang telah membebaskan negeri Syria dari kezaliman orang-orang Romawi yang Nasrani.

Dan pada hari Umar terbunuh, Abdurrahman bin Abu Bakar melihat Abu Lulu’ah, Hurmuzan dan Jufainah saling berbisik-bisik. Ketika mereka melihat Abdurrahman, jatuhlah sebilah senjata tajam bermata dua dari balik jubah salah seorang mereka. Dan telah tertulis dalam sejarah kalau yang membunuh Umar adalah Abu Lulu’ah.

Rasa permusuhan orang Iran kepada Umar tetap hidup walaupun beliau sudah meninggal, mereka menjadikan cacian dan makian terhadap Umar sebagai ibadah terbesar kepada Allah, bahkan menganggap hari terbunuhnya Umar sebagai hari raya, hari kebanggaan, hari penghormatan, hari zakat. Bahkan mereka memanggil pembunuh Umar dengan panggilan Baba Syuja’uddin ( ).

Dan ketika umat Islam menaklukkan Iran, mereka mengawinkan Husein bin Ali dengan putri raja Iran yang bernama jazdajrij yang datang bersama tawanan-tawanan. Perkawinan tersebut menjadi sebab mengapa orang Iran bersikap fanatik terhadap Husein, tetapi tidak terhadap Hasan, yakni karena anak Husein dari Syahbanu berdarah Iran dari dinasti sasanid yang dianggap keramat oleh mereka.

Ketika terjadinya kesalah pahaman antara Ali dan Muawiyah, orang-orang yahudi dan majusi memakai kesempatan tersebut untuk memecah belah umat Islam dan menimbulkan permusuhan diantara mereka. Dengan memakai intrik kotor ala yahudi seperti yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba’ .

ABDULLAH BIN SABA’

Abdullah bin Saba’ asalnya seorang Yahudi dari San’a (ibu kota Yaman), ibunya seorang wanita kulit hitam. Ia masuk Islam pada masa kekhalifahan Ustman. Orang ini menaruh dendam terhadap Islam karena berhasil melenyapkan kekuasaan dan mengusir bangsa Yahudi dari Tanah Arab. Ia hidup berpindah-pindah tempat dari hijaz, kemudian ke Basra, lalu ke Kufa, lalu ke Syam. Disetiap tempat yang ia kunjungi ia selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Namun karena tidak mendapat tanggapan dari kaum muslimin disana.

Lalu ia pergi ke Mesir. Disana beliau banyak mendapatkan pengikut dan mengajarkan ajaran “inkarnasi” beliau mengatakan kepada masyarakat;” saya sungguh heran dengan orang yang mengatakan bahwa kelak Isa akan kembali lagi, sedang mereka tidak percaya akan kembalinya Ali dikemudian hari…. Ali lah yang lebih patut untuk kembali ke dunia ini dari pada Isa…”.
Pengikut-pengikut Abdullah bin saba’ mengatakan bahwa inkarnasi nya Ali adalah bagian dari ketuhanan Ali. Mereka percaya bahwa Ali tidak mati karena mengandung ketuhanan. Ali lah yang membawa awan, petir adalah suara Ali, dan kilat adalah alamatnya…

Adullah bin Saba’ juga menyiarkan fitnah bahwa ketika Rasulullah meninggal, para shahabat kembali menjadi kafir kecuali tiga orang, kaum muslimin sepakat untuk menyingkirkan Ali dengan mengangkat Abu Bakar, kemudian Umar, Kemudian Ustman sebagai khalifah. Dia menuduh para shahabat telah merebut kekuasaan dari tangan Ali dan anak-anaknya.

BAGAIMANAKAH SIKAP ALI TERHADAP PENGIKUT SABA’IYAH INI

Imam Ali ketika mendengar perkataan Abdullah bin Saba’ ini tentang dirinya sangat marah, lalu ia memanggil Abdullah bin Saba’. Abdullah bin Saba’ mengaku dengan mengatakan;”benar, engkau adalah Allah.” Amirul Mukminin berkata,” kamu sudah dikuasai syetan. Tinggalkanlah ajaranmu dan bertaubatlah wahai orang yang celaka.”

Setelah itu Ali memerintahkan agar Abdullah bin Saba’ untuk dibakar, namun kaum Rafidhah (Syi’ah) bersatu dalam menolak keputusan Ali dan mengatakan agar Abdullah bin Saba’ dibuang saja. Karena suhu politik pada masa itu masih kacau, Abdullah bin Saba’ diasingkan ke Mada’in dan diperintahkan untuk tidak menyiarkan ajarannya. Setelah itu Imam Ali mengambil tindakan keras terhadap orang yang masih menyiarkan ajaran Saba’iyah ini. Sebagian dari mereka ada yang diusir, sebagian lagi ada yang dibunuh dengan pedang atau dengan dibakar hidup-hidup.

Dihadapan pengikutnya Imam Ali menerangkan bahwa ia hanyalah seorang hamba Allah yang taat kepada Tuhannya. Maka barangsiapa yang diketahui mereka adalah pengikut Saba’iyah maka mereka akan dijatuhi dengan hukuman bakar. Dalam khotbahnya Imam Ali berkata,”mengapa ada orang-orang yang memperkatakan terhadap dua orang pemuka Quraisy dan bapak kaum Muslimin, hal-hal yang saya sendiri jauh dari pandangan serta berlepas diri dari apa yang mereka katakan, dan aku akan menghukum orang yang memperkatakannya. Demi Allah yang menumbuhkan biji dan menciptakan jiwa, tidak mencintai mereka kecuali orang mukmin yang takwa, dan tidak membenci mereka kecuali orang durhaka dan rendah moral… “ berhubungan dengan sikap Ali yang keras terhadap golongan Saba’iyah ini, maka para pengikut saba’iyah terpaksa menyembunyikan keyakinan mereka, dan mulailah mereka menyiarkan ajaran mereka dengan cara sembunyi-sembunyi dengan memakai kedok “Attaqiah”.

Namun setelah Ali terbunuh oleh maka Abdullah bin saba’ keluar dari madain dan mulai menyebarkan ajarannya bahkan mereka menambah kesesatannya dengan mengatakan bahwa Ali tidak mati dan tidak dibunuh. Ia tidak akan mati sehingga ia mengiring bangsa Arab dengan tongkatnya dan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezaliman.”

PENGHIANATAN-PENGHIANATAN SYI’AH

Sejarah Syiah dipenuhi dengan penghianatan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin. Dimulai dengan penghianatan mereka terhadap Ali bin Abi Talib. Lalu pembunuhan terhadap Hasan dan Husain adalah hasil skenario busuk kaum syiah ini…

Sejarah telah mencatat kejahatan dan pembunuhan terhadap 160.000 jiwa muslim dari suku Quraisy, sukunya Rasulullah oleh algojo mereka Abu Muslim Alkhurasani.

Khilafah Abassiah yang merupakan khilafah Ahlil Bait dari anak keturunan Abbas bin Abdul Muthallib dari bani Hasyim telah mereka tumbangkan dengan membunuh ratusan kaum muslimin, laki-laki dan perempuan karena penghianatan dan persengkokolan pemimpin-pemimpin syi’ah ini ( Nashiruddin Attusi dan Ibnul Agami) dengan Hulaqu Khan dari mongol.

Bahkan mereka berkomplot dengan golongan kafir untuk menghalangi dan membunuh Salahuddin Al-Ayubi agar tidak memasuki Baitul Maqdis, dan tidak kurang dari 60.000 orang kaum muslimin dibantai oleh orang-orang kafir pada hari jum’at tanggal 23 sya’ban 492 H di Baitul Maqdis adalah atas bantuan dari orang-orang syiah ini.

Sejarah modern hari inipun mencatat kejahatan-kejahatan mereka seperti yang mereka lakukan pada masa yang lalu. Seperti yang dilakukan oleh Syi’ah Nushairiah di Syiria dengan membunuh dan membantai secara massal jamaah Ikhwanul Muslimin. Begitu juga dengan keganasan dan pembantaian yang dilakukan oleh Amal Syi’ah maupun Syi’ahnya kumaini di Libanon terhadap warga Palestina.

Sekarang wahai kaum muslimin… kalau orang-orang syiah ini bisa menghianati Ali bin Abi talib, membunuh Hasan dan Husein, mengkafirkan para shahabat, menghalalkan zina, lalu setelah itu berkomplot membunuh Salahuddin Al-Ayubi serta membantai tidak kurang dari 60.000 orang kaum muslimin Baitul Maqdis…. apakah mustahil jika suatu saat mereka akan melakukan hal yang sama kepada anda? (Abu Umar Abdul Aziz)

REFERENSI:
• Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Gerakan Syi’ah Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
• Tikaman Syi’ah Terhadap Para Shahabat Nabi Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
• Virus Syi’ah Oleh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir
• Penghianatan-Penghianatan Syi’ah dan Pengaruhnya Terhadap kekalahan Umat Islam Oleh Dr. Imad Ali Abdus Sami’
• Hakikat Akidah Syi’ah Oleh Dr. Muhammad kamil al-Hasyimi
• Mengapa saya keluar dari Syi’ah? Oleh Dr. Sayid Husein Al-Musawi


Tags:

ajaran syi'ah

firqah syi'ah

sejarah syi'ah


Similar posts

3 COMMENTS

  1. By viat, 21 Maret 2012

    mendingan membela iran dah dari pada membela yahudi yang sangat jelas ingin menghancurkan umat islam

    Balas
  2. By zofyand, 20 April 2012

    parah nih, bisa nya menjelekan intropeksi dulu dong, ni pengetahuan nihil ga ada isinya.

    Balas
    • By Afiful Hashif, 19 Januari 2014

      Silahkan diralat kalau memang ada kesalahan di artikelnya. Jangan lupa sebutkan sumber/dasarnya.. 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Abdullah bin Mas'ud

ajaran syi'ah

akhlak dikala sakit

Akhlak Rasulullah

akhlak seorang muslim

aktivis dakwah

Alam Jin

Amr bin Ash

aqad kerjasama

aqad perjanjian

Aqidah

bank konvensional

Batu

BBM naik

belajar ikhlas

Berita Islam

bidadari bermata jeli

Bidadari dunia

bidadari surga

cek hadits

Cinta

Cinta Sejati Islami

Eksistensi Jin

faedah mempelajari bahasa arab

fananitk kepada ulama

firqah syi'ah

ghazwul fikr

hari akhir zaman

hari kiamat

Hidayatullah

Hukum Bisnis

hukum islam

hukum meminjam uang di bank

hukum mlm

hukum parcel

Hukum Perayaan Tahun Baru Masehi

hukum pernikahan

hukum riba

ikhlas para salaf

Ikhwan jatuh cinta

Islam Malaysia

jejak islam

kaderisasi dakwah islam

khitbah

Kisah Shahabat

kisah Syaikh Abdul Qaidr Al-Jailani

manajemen diri

Manajemen Qolbu

membagi masakan kepada tetangga

membangun usaha islami

memilih teman yang shalih

mengidolakan artis

menolak pinangan

muslimah

muslimah kuliah

nasehat

nasehat imam syafi'i

Nasihal Ibnul Qayyim

Nikah

nikah yang dilarang syari'at

pandangan islam

pandangan islam tentang kenaikan BBM

pelantikan

pengurus

pergerakan dakwah kampus

Perihal Cinta

perintah berjilbab

qurban

racun hati

Remaja

renungan

riba

Riyadhus Shalihin

saling menasehati dalam kebaikan

sejarah syi'ah

seminar ukki

sertijab

sifat shalat nabi

SII

sii-ukki

sikap kepada pemerintah

Sirah An-nabawi

sirah sahabat

Sirah Shahabat

Studi Islam Intensif

Syarat Sah Mandi Wajib

tahun baru

tentara nazi masuk islam

think positve

tuntunan shalat

ukki stikom

wali nikah

waninat bekerja

Zubair Bin Awwam